infopolitiknews Blog Nasional Seruan Kabur Aja Dulu Jadi Simbol Kekecewaan Anak Muda
Nasional

Seruan Kabur Aja Dulu Jadi Simbol Kekecewaan Anak Muda

Jakarta – Sekitar beberapa pekan terakhir, media sosial, terutama X, ramai dengan bahasan soal upaya ingin mencari peluang hidup yang lebih baik di luar negeri.

Seruan #KaburAjaDulu menjadi simbol kekecewaan anak muda terhadap kondisi dalam negeri yang dirasa semakin tidak menentu. Dari sistem ekonomi yang tidak berpihak, ketidakpastian karier, sulit dapat pekerjaan hingga transparansi penggunaan pajak yang dipertanyakan.

Ditambah lagi dengan perasaan tak punya kuasa untuk mengubah situasi. Alih-alih berjuang dalam sistem yang dirasa stagnan, memilih untuk mencari kepastian di negara yang dinilai menawarkan peluang kerja lebih jelas, sistem yang lebih transparan, dan masa depan yang lebih menjanjikan.

Seruan Kabur Aja Dulu di media sosial sebagian besar dilakukan generasi milenial maupun generasi Z yang memang memiliki kesempatan dari segi usia dan kemampuan untuk bekerja atau belajar di luar negeri seperti disampaikan Tiara Puspita, M.Psi., Psikolog.

Namun,  tagar kaburajadulu yang terjadi di tengah isu-isu yang ada tampaknya bukan sekadar kabur semata. Melainkan juga bentuk kekecewaan terhadap situasi negara yang tidak baik-baik saja.

“Generasi muda ini menunjukkan rasa tidak berdaya atau tidak ada power untuk mengubah situasi yang sifatnya struktural atau susah diubah, ya udah kabur dulu,” tutur Tiara.

“Sehingga ini lebih ke bentuk protes dari perasaan ketidakpastian dan tidak bisa berbuat apa-apa. Daripada stay dan sulit cari kerja lebih baik cari kesempatan di luar,” lanjut Tiara.

Orang-orang yang menyerukan tagar tersebut memilih untuk mencari pekerjaan atau studi yang pasti-pasti saja termasuk soal kesempatan dan kejelasan. Misalnya meski pajak tinggi di negara tersebut diketahui pajak itu menjadi sesuatu yang digunakan untuk kepentingan warga.

Tiara yang aktif praktik di layanan konseling Cognitive Steps ini mengatakan bahwa tidak salah bila melihat kesempatan yang lebih baik bekerja di luar negeri.

“Enggak ada salahnya mencari opportunity yang lebih baik. Enggak salah,” tuturnya.

Exit mobile version