INFOPOLITIKNEWS – Peringatan Natal dan Perayaan Tahun Baru merupakan momen mobilisasi jutaan orang untuk berlibur dan berkumpul bersama keluarga besar.
Survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelang libur Nataru 2024-2025 memperkirakan adanya pergerakan sebesar 43,41% orang dari total populasi nasional. Persentase tersebut setara dengan 110,67 juta penduduk di seluruh Indonesia.
Dari total pergerakan 110,67 juta penduduk itu, diperkirakan 45,67% merupakan perjalanan liburan ke tempat wisata; 32,26% adalah perjalanan mudik ke kampung halaman; dan 19,96 persen untuk perayaan Natal.
Berdasarkan data tersebut, mobilisasi masyarakat pada libur Nataru merupakan pergerakan dinamis yang terjadi di ruang publik.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memprediksi jumlah lonjakan timbulan sampah atas aktivitas di ruang publik tersebut adalah sebesar 55.300 ton. Hal ini dapat terjadi ketika masyarakat menggunakan barang dan kemasan sekali pakai yang tidak mudah dikelola.
Sebagai langkah antisipasi, pihak KLHK menerbitkan Surat Edaran Menteri tentang pedoman pengelolaan sampah untuk perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 bagi pemerintah daerah.
Dalam surat itu disebutkan berbagai hal teknis yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah termasuk edukasi dan kampanye minim sampah sebagai upaya menekan potensi munculnya 55.300 ton tambahan timbulan sampah Nataru hingga 20%.
Dibuka Kembali Setelah 6 Bulan Ditutup
Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta kembali membuka TPA Piyungan sebagai langkah antisipasi lonjakan timbulan sampah selama Nataru.
“Kami menggeser sampah utamanya yang ada di Kota Yogyakarta ke Piyungan, sampai dengan akhir tahun,” ungkap Beny Suharsono, Sekda DIY (26/12/24).
Berdasarkan Mobile Positioning Data (MPD), wisatawan yang memasuki Yogyakarta mencapai 3.371.901 orang.
Beny menambahkan, setiap wisatawan diperkirakan menghasilkan sampah rata-rata 0,5 kg per hari. Artinya, selama Nataru timbulan sampah di ruang publik bisa mencapai ribuan ton per harinya.
Karena keterbatasan kemampuan pengelolaan sampah, Pemda meminta pemkot dan kabupaten lain memiliki strategi dalam memaksimalkan pengelolaan sampah alih-alih hanya mengandalkan TPA Piyungan, karena dari 210 ton sampah per hari hanya 180 ton saja yang bisa dikelola Pemkot.
Sementara itu untuk menjawab keluhan warga atas timbulan sampah, Pemda telah menurunkan sekitar 400 truk sampah guna mengirim 2.000 ton sampah dari Yogyakarta ke TPA Piyungan selama Desember 2024.

